Sabtu, 25 Juli 2009

Tips-tips Memilih CMS

Diposting oleh El-Fikar

Dengan tersedianya berbagai solusi CMS di pasaran, sudah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk memilih sebuah CMS yang akan dipakai dengan bijaksana. Sama halnya dengan produk software lainnya, setiap penyedia jasa/produsen CMS tentunya akan menawarkan produk andalan mereka dengan sejumlah feature yang terkadang hampir mirip satu sama lainnya. Tidak jarang pula mereka menawarkan solusi yang lain daripada yang lain, tapi apakah itu yang benarbenar sahabat inginkan?

Ibarat membeli sebuah mobil, kepuasan dalam pemakaian juga memegang peranan penting. Bukan radio, CD player atau AC yang menjadi daya tarik kita membeli mobil tersebut, tapi lebih kepada seberapa jauh mobil tersebut bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari. Demikian pula dalam memilih sebuah CMS. Tidak mudah memang menemukan CMS yang benar-benar esuai dengan kebutuhan kita. Bahkan sudah menjadi suatu hal yang biasa, bila kita senantiasa berganti dari satu CMS ke CMS yang lainnya untuk sekedar mencari tahu atau bereksperimen. Berikut tips-tips jika sahabat ingin memilih sebuah CMS :
1. Kenalilah terlebih dahulu tujuan dan target yang hendak dicapai dengan penerapan CMS beserta strategi-strategi yang dibutuhkan. Bila dapat ajaklah semua pihak yang berkepentingan. Kemudian rumuskanlah di atas kertas dan usahakan memiliki proyeksi jauh ke depan.

2. Mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan yang anda miliki secara organisatoris, seperti berapa jumlah enulis/editor/pengguna yang ada,lokasi geografis dari pengguna, kemampuan teknis yang dikuasai, jenis isi yang akan dipublikasikan, dan lain sebagainya. Perlu diingat juga, setiap orang memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Cobalah untuk mencari jalan tengah guna menjembatani perbedaan ini.

3. Menjabarkan kebutuhan teknis yang diinginkan dan yang telah dimiliki, serta waktu yang dialokasikan untuk mengelola CMS. Yang termasuk di sini antara lain berapa jumlah personal IT yang bekerja di organisasi anda beserta keahlian yang dikuasai, hardware dan software yang dimiliki, dan lain sebagainya.

4. Sebuah prinsip yang harus diperhatikan untuk dua poin di atas, 'lebih baik lebih dari pada kurang'. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diduga di masa yang akan datang.

5. Menentukan jumlah biaya yang akan dikeluarkan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang nantinya.

6. Setelah tujuan, strategi dan kebutuhan baik secara organisatoris maupun teknis telah teridentifikasi dengan baik, inilah saatnya untuk menentukan jenis CMS apayang akan dipakai.

7. Pilihlah CMS yang paling dapat memenuhi semua kriteria yang telah anda tentukan sebelumnya. Tentunya setelah disesuaikan dengan kemampuan finansial anda, mengingat implementasi dari CMS bukanlah suatu hal yang murah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:

a. Mengadakan tender, undanglah penyedia CMS yang anda minati untuk mengikuti tender dan minta mereka memberikan penawaran terbaiknya kepada anda sebagai bahan pertimbangan.

b. Melalui demonstrasi langsung dari produk CMS yang ada di pasaran.Dari sini anda dapat melihat dengan mata kepala sendiri, produk mana yang terbaik bagi anda.

c. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh organisasi profesionalindependen/konsultan CMS. Secara periodik mereka menyusun daftar CMS beserta kelebihan dan kekurangannya, sehingga memudahkan anda mengadakan seleksi tanpa harus berhubungan langsung dengan para penyedia CMS yang terdapat di daftar tersebut.

d. Melalui search engine, mailing list, atau dari mulut ke mulut. Metode ini merupakan metode yang paling mudah untuk dilakukan dan juga tidak mahal. Kekurangannya adalah informasi yang anda peroleh bisa jadi kurang lengkap atau tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jadi adakan juga pemeriksaan silang, bila dibutuhkan.

8. Bila anda memilih CMS komersial, perhatikan bahwa anda membeli lisensi yang sesuai dengan kondisi organisasi anda. Tidak kurang dan tidak pula berlebihan. Pergunakanlah pelayanan purna jual dari penyedia CMS anda sebaik mungkin, karena dengan demikian biaya yang telah anda keluarkan dapat berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh. Mintalah selalu garansi terhadap produk yang dibeli.

9. Bila anda memilih untuk menggunakan CMS Open Source, perlu disadari bahwa untuk jenis CMS yang satu ini tidak menyediakan pelayanan purna jual seperti halnya CMS komersial. Jadi setiap kali ada permasalahan dalam implementasinya, anda diharapkan dapat mencari jalan keluarnya sendiri. Atau dengan mengunjungi berbagai forum yang telah disediakan. Singkat kata, untuk menggunakan CMS Open Source terkadang membutuhkan usaha lebih keras dan memakan waktu yang banyak. Tapi semuanya dikembalikan kepada anda sendiri sebagai pengguna.

10. Usahakan secara periodik memperbaharui software CMS yang anda pakai,dengan demikian dapat menjamin kemutakhiran software dan anda dapat menikmati semua feature yang ditawarkan dengan baik.

Baca Selengkapnya..

Sahabat pernah dengar tentang CMS Joomla! ??, joomla adalah salah satu contoh dari Content Managemen System yang dapat digunakan untuk keperluan membuat sebuah website mulai dari yang sederhana sampai dengan website yang sangat komplek.

Ok...sebenarnya apa sih CMS itu??? dan WCMS???....


Content Management System atau disingkat CMS adalah suatu metoda dalam mengelola sebuah content/isi dari sebuah website. Content tersebut dapat berupa text, suara, gambar video, animasi dan aplikasi lainnya yang disimpan dalam sebuah database sehingga mudah dalam pengelolaannya.

Sedang Website CMS (WCMS) adalah sebuah perangkat lunakyang berfungsi untuk membangun dan memelihara/updating web, yang dirancang sedemikian rupa sehingga proses pembuatan dan pemeliharaan web lebih mudah, efektif dan efisien, baik bagi orang yang mengerti teknologi web maupun tidak.

Kebanyakan WCMS yang banyak beredar di internet saat ini menggunakan:
1. Bahasa Pemograman PHP
2. Web Server apache, dan
3. Database MySQL

Untuk sahabat ketahui bahwa berdasarkan fungsinya, WCMS dapat dibagi atas :
1. WCMS Portal, adalah sebuah website CMS yang mempunyai banyak layanan, seperti layanan berita, forum, mailing list, email dan sebagainya. Misalnya : joomla, mambo, Phpnuke, postnuke, dll.

2. WCMS E-Commerce, adalah sebuah website CMS yang bertujuan agar dapat melakukan proses transaksi online. Misalnya : OsCommerce, phpShop dan lain-lain

3. WCMS E-Learning, adalah website CMS yang bertujuan untuk keperluan proses belajar mengajar jarak jauh. Misalnya : aTutor, Moodle dan lain sebagainya.

4. WCMS Forum, adalah website CMS yang menyediakan media untuk proses diskusi secara online, misalnya : phpBB, MyBB, MiniBB dan lain sebagainya.

5. WCMS Gallery, adalah website CMS yang menyediakan wadah untuk menampilkan gallery foto. Misalnya : Galery, Copermine dan lain sebagainya.

Disamping penggolongan diatas, WCMS juga dapat dikelompokkan berdasarkan kepada sifatnya, yaitu :
1. WCMS Komersial, jenis WCMS seperti ini jelas kita harus membayar untuk menggunakannya serta untuk mendapatkan source codenya.

2. WCMS Open Source, ini merupakan jenis WCMS yang paling banyak beredar diinternet, karena bersifat open source dan berlisensi GPL.

demikianlah sekilah informasi tentang CMS dan WCMS semoga bermanfaat.....salam..

Baca Selengkapnya..

Website itu apa sih????

Diposting oleh El-Fikar

Sahabat yang sering menggunakan internet pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar istilah 'web'. Benar!!! web atau biasanya disingkat 'WWW (World Wide Web)' adalah sebuah sistem penyebaran informasi melalui internet. Informasi yang dikirim tersebut dapat berupa text, suara (audio), animasi, gambar dan bahkan dalam format video yang dapat diakses melalui sebuah software yang disebut 'browser', seperti internet explorer, mozilla firefox, opera dan lain-lain.


Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dari sebuah domain yang mengandung informasi. Sebuah website biasanya dibangun atas banyak halaman web yang saling berhubungan. Hubungan antara satu halaman web dengan halaman lainnya disebut dengan Hyperlink sedangkan text yang dijadikan media penghubung disebut Hypertext.

Domain adalah nama unik yang dimiliki oleh sebuah institusi sehingga bisa diakses melalui internet, misalnya : lintau.com, yahoo.com, google.com, dan lain-lain. Untuk mendapatkan sebuah domain kita harus melakukan register pada registar-registar yang ditentukan.

Istilah lain yang sering ditemui sehubungan dengan website ini adalah Homepage. Homepage adalah halaman awal dari sebuah domain. misanya sahabat membuka website www.lintau.com, maka halaman pertama yang muncul disebut dengan homepage, jika sahabat meng-klik menu-menu yang ada dan meloncat ke lokasi yang lainnya, itu disebut Web page, sedangkan keseluruhan isi/content dari domain tersebut disebut website.

Demikianlah yang dinamakan website, homepage, web page, dan web. semoga bermanfaat kiranya!!!

Baca Selengkapnya..